Rabu, 09 September 2009

PRODUKTIF KRIYA TEKSTIL

BATIK

Batik atau kata batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang mempunyai arti: “menulis” dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak atau gambar yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye).

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tingggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (Jawa khususnya) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan ketrampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada waktu itu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

PROSES PEMBUATAN BATIK

Secara umum proses pembuatan batik melalui 3 tahapan yaitu pewarnaan, pemberian malam(lilin) pada kain dan pelepasan lilin dari kain.

Kain putih yang akan dibatik dapat diberi warna dasar sesuai selera kita atau tetap berwarna putih sebelum kemudian di beri malam. Proses pemberian malam ini dapat menggunakan proses batik tulis dengan canting tangan atau dengan proses cap. Pada bagian kain yang diberi malam maka proses pewarnaan pada batik tidak dapat masuk karena tertutup oleh malam (wax resist). Setelah diberi malam, batik dicelup dengan warna. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan beberapa kali sesuai keinginan, berapa warna yang diinginkan.

Jika proses pewarnaan dan pemberian malam selesai maka malam dilunturkan dengan proses pemanasan. Batik yang telah jadi direbus hingga malam menjadi leleh dan terlepas dari air. P

roses perebusan ini dilakukan dua kali, yang terakhir dengan larutan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan. Setelah perebusan selesai, batik direndam air dingin dan dijemur.

MACAM -MACAM BATIK

1).BATIK MODERN




2).BATIK TRADISIONAL











SABLON

Cetak sablon merupakan proses stensil untuk memindahkan suatu citra ke atas berbagai jenis media atau bahan cetak seperti : kertas, kayu, metal, kaca, kain, plastik, kulit, dan lain-lain. Wujud yang paling sederhana dari stensil terbuat dari bahan kertas atau logam yang dilubangi untuk mereproduksi atau menghasilkan kembali gambar maupun hasil dari suatu rancangan desain. Stensil tersebut selanjutnya merupakan gambaran negatif dari gambar asli atau original dimana detail-detail gambar yang direproduksi memiliki tingkat keterbatasan terutama bila mereproduksi detail-detail yang halus. Pada teknik cetak sablon acuan yang berupa stensil dapat juga melalui tahapan fotografi, yang pada umumnya dikenal dengan istilah film hand cut.Film photographi dan emulsi stensil direkatkan ke atas alat penyaring (screen) yang dibentangkan pada sebuah bingkai yang terbuat dari bahan kayu maupun logam yang berfungsi sebagai pemegang bagian dari suatu desain, dan harus mampu menahan bagian yang digunakan selama proses penyablonan berlangsung. Adakalanya para perancang grafis melakukan tahapan desain secara langsung pada permukaan alat penyaring dengan bahan yang disebut “tusche” dan kemudian menutup eseluruhan sablonan dengan lem. Tusche selanjutnya dicuci dengan bahan pelarut agar diperoleh bagian yang dapat mengalirkan tinta pada permukaan alat penyaring.

Pada awal abad ke 20 proses pelaksanaan cetak sablon mulai menggunakan kain/screen yang terbuat dari bahan sutera yang semula dipergunakan untuk menyaring tepung. Dari sinilah maka istilah cetak sablon dikenal dengan sebutan “silk screen printing” yang digunakan pada tahapan proses cetak. Karena sutera harganya cukup mahal, serta memiliki kekuatan yang kurang baik, serta secara dimensional kurang stabil, maka kemudian diganti dengan bahan yang terbuat dari nilon dan selanjutnya dengan poliester. Sedangkan untuk keperluan cetak, alat-alat atau benda-benda elektronik dipergunakan kain (screen) yang terbuat dari bahan stainless steel/logam.

Serat kain dibuat/dianyam/dirajut menurut standar dan diproduksi dengan berbagai ukuran tergantung dari tingkat ketebalan serat benang yang akan menghasilkan tingkat kerapatan anyaman.



Berbagai jenis serat kain yang dapat dipergunakan untuk proses cetak sablon diantaranya adalah :

1. nilon.

2. polyester,terdiri atas :

a. metalissed polyester/polyester logam.

b. antistatic polyester/polyester antistatis.

c. calendered polyester/polyester termampatkan.

3. stainless steel.

PERSARATAN KAIN

1. Daya lentur/fleksibilitas.

Karena pada saat dilakukan perentangan pada bingkai cetak kain harus ditarik
untuk mendapatkan tingkat keregangan pada permukaan bingkai serta
pada waktu dilakukan proses pencetakan screen tidak boleh menyentuh bahan cetak,
dengan jarak kira-kira 3-5 milimeter, maka kain haruslah lentur.

 

2. Pori-pori tidak berubah atau bergeser.

Tujuan utama dari tidak bergesernya pori-pori kain adalah
untuk pengendalian penyaluran tinta cetak.

 

3. Tahan terhadap bahan kimia.

Selama kain digunakan pada tahapan penc

etakan kain selalu berhubungan dengan
bahan kimia seperti stensil foto, tinta cetak, dan bahan pencuci atau pembersih,
maka kain harus dapat tetap bertahan atau tidak mudah rusak.

 

4. Mudah dibersihkan.

Diharapkan agar kain dapat dipergunakan

secara berulang-ulang maka
kain harus mudah dibersihkan.

 

5. Tahan terhadap gesekan.

Pada waktu digunakan screen akan selalu bersentuhan dengan rakel
yang memiliki variasi derajat kekerasannya.

 

Dengan demikian gesekan dari rakel tidak dengan mudah mengikis serat kain
yang berdampak pada pengalihan tinta cetak dan mengakibatkan kain mudah rusak.

6. Memiliki keporian yang bervariasi.

Dengan adanya variasi pori-pori screen, maka berbagai bentuk
bahan serta berbagai macam bentuk gamb

ar dapat dicetak dengan cetak sablon

 

7. Variasi dari tingkat kerapatan screen.

 

Sangat berpengaruh pada tahapan pengalihan tinta cetak.
Dengan banyaknya variasi yang disediak

an untuk jenis-jenis kain diharapkan agar
lapisan film tinta dapat dengan mudah dialihkan
ke atas bahan cetak(media cetak) yang dipergunakan.


JAHIT

1).Jahit Perca adalah teknik pembuatan suatu benda kerajinan tekstil yang teridiri dari gyntingan-guntingan kain ( perca kain) yang sudah di pola, kemudian digabungkan menjadi satu dengan cara dijahit.

2).Jahit Tindas adalah teknik pembuatan suatu benda kerajinan tekstil dengan cara mengisi atau melapisi kan dengan bahan pengisi/pelapis, kemudian dijahit pada bagian atas kain sesuai dengan disain.

Alat yang biasa digunakan pada teknik jahit perca ataupun jahit tindas antara lan :

  • Mesin jahit
  • Mesin Obras
  • Jarum Mesin
  • Jarum Tangan
  • Jarum Pentul
  • Gunting Kain
  • Gunting Benang
  • Meteran
  • Kapur Jahit
  • Karbon Jahit
  • Rader
  • Pendedel

Selain alat, bahan pokok yang digunakan antara lain :

  • Kain Polos atau bermotif
  • Bahan pengisi
  • Benang jahit

Pada pembuatan produk sarung bantal santai diperlukan pola / mal ebagai dasar jahitan. Adapun pola yang dapat digunakan adalah pola geometris meliputi :

  • Segi tiga
  • Segi empat
  • Segi enam
  • Jajaaran genjang/belah ketupat
  • Heksagon
  • Lingkaran
  • Dll.

Beberapa contoh produk dengan teknik jahit perca dan jahit tindas antara lain :

  • Sarung bantal kursi
  • Sarung bantal santai
  • Tutup kulkas
  • Selimut bayi
  • Taplak meja
  • Dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar